Iran Beri Hadiah Rp536 Juta Per Kepala Tentara AS yang Dibunuh atau Ditangkap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran melalui pejabat militernya, Amir Hatami, mengumumkan pemberian hadiah uang tunai bagi warga negaranya yang berhasil menewaskan atau menangkap tentara Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan sebagai peringatan terbuka terhadap Washington agar tidak menempatkan pasukan di wilayah Iran, sekaligus menanggapi banyaknya permintaan warga lokal untuk berpartisipasi dalam pertahanan negara.
Militer Iran menetapkan imbalan sebesar USD 30.000 atau sekitar Rp536 juta (setara 5 miliar toman) per kepala tentara AS yang dilumpuhkan. Khusus bagi perempuan Iran yang berhasil melakukan tindakan tersebut, pemerintah menjanjikan hadiah dua kali lipat. Senjata yang digunakan dalam aksi penyerangan juga akan dibeli negara dua kali lipat dari harga aslinya untuk dipajang di museum, disertai pemberian senjata pengganti kepada pemiliknya.
Langkah ini diumumkan di tengah laporan media Barat bahwa pihak Washington sedang mempertimbangkan pengerahan pasukan darat berskala besar ke Iran. Meski operasi darat resmi belum dilancarkan oleh AS, Teheran telah menyiapkan langkah pertahanan dengan melibatkan masyarakat sipil secara langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.47
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.09
Iran Tutup Selat Hormuz Hingga AS Tuntaskan Negosiasi
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.29
Trump Serukan Menyerah, Iran Klaim Menang Perang dan Diplomasi!
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.33
Bukan Karena Ekonomi, Ini Kata Megawati Soal AS Masih Belum Mampu Kalahkan Iran
Berita terkait
2 Kapal Tanker Coba Melintas Tapi Gagal, Iran: Selat Hormuz Wilayah Kami!
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 15.20
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
Panglima Militer Iran: 1 Kepala Tentara AS Dihargai Rp534 Juta
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 04.40
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01