Iran Tegaskan AS Wajib Membayar Ganti Rugi Penuh Dampak Sanksi Sepihak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Amerika Serikat wajib membayar ganti rugi penuh atas sanksi sepihak yang menimbulkan kerugian materiil dan imateriil. Pada Senin, Presiden Trump meluncurkan 'Operation Economic Outcast' dengan menargetkan lebih dari 60 entitas Iran di sektor penerbangan, pelayaran, emas, teknologi, dan aset digital. Araghchi menggambarkan kampanye sebagai 'kampanye terorisme ekonomi' yang melanggar hukum internasional dan menuntut pertanggungjawaban individu AS. Menlu Iran mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengecam penggunaan sanksi sepihak dan sekunder, serta meminta restitusi atas kerugian yang ditimbulkan terhadap rakyat Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 01.35
Presiden Iran Siap Lawan Sanksi Baru AS: Mereka Tak Akan Capai Apa Pun
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.45
Presiden Iran: Kami Terus Berdiri Teguh Menghadapi Tekanan Ekonomi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.13
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.18
Harga Minyak Hari Ini Turun 3% Imbas AS Pilih Terapkan Sanksi Ekonomi ke Iran
Berita terkait
Sanksi Berulang AS Terhadap Iran Tidak akan Membuahkan Hasil
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 05.00
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Trump: Negosiasi Iran Terhambat karena Banyak Pemimpinnya Tewas
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.44