E-Voting Pemilu Belum Final, Mendagri Soroti Risiko Peretasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349125/original/037200700_1789473655-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_18.54.47.jpeg)
Wacana penerapan e-voting dalam Pemilu mendatang belum menjadi keputusan final. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa sistem e-voting perlu dibahas secara mendalam bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah, DPR, KPU, Bawaslu, DKPP, dan partai politik. Meski e-voting menawarkan keunggulan dalam kecepatan penghitungan dan efisiensi biaya, sistem digital ini juga menimbulkan risiko signifikan terkait keamanan siber dan potensi kecurangan.
Tito menekankan pentingnya studi komparatif dari negara yang telah menerapkan e-voting, dengan India sebagai salah satu contoh yang layak dipelajari mengingat besarnya populasinya. Ia juga mengakui bahwa e-voting pernah diuji coba di tingkat desa, namun penerapan untuk Pemilu nasional menimbulkan kompleksitas dan tantangan yang jauh lebih besar.
Di sisi lain, Tito memberikan catatan kritis mengenai ancaman peretasan sistem dan manipulasi data, karena hasil suara elektronik langsung terdata tanpa melalui tahapan rekapitulasi manual yang bertingkat. Hal ini berpotensi menimbulkan moral hazard atau kecurangan. Oleh karena itu, Kemendagri berpendapat bahwa Indonesia perlu mempelajari praktik di berbagai negara, baik yang sukses mengadopsi e-voting maupun yang memilih bertahan dengan sistem manual. Tito menegaskan bahwa seluruh wacana ini mas masih berupa usulan baru yang perlu dipelajari lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 17.08
Mendagri Bicara Wacana e-Voting Pemilu: Cepat, tapi Dikhawatirkan Ada Hacking
kumparan · 15 September 2026 pukul 22.06
Tito Ungkap Plus-Minus Pemilu Pakai e-Voting: Cepat, Murah, tapi Rawan Hacking
Berita terkait
Bima Arya Wanti-Wanti soal e-Voting: Jangan Sampai Tukar Risiko Lama dengan Baru
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 11.35
Bawaslu Ingatkan Risiko E-Voting, Soroti Pengalaman Jerman
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 12.55
Bawaslu Soroti Wacana E-Voting Pemilu RI: Sudah Tak Dipakai di Jerman
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 04.15
Bahas Pemilu Digital, Wamendagri Bima Arya Sampaikan Risiko-Manfaat
Detik.com · 1 September 2026 pukul 12.12