Ekonom CORE Sebut Rencana Obligasi Daerah Pemprov DKI Masuk Akal, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai rencana obligasi daerah Pemprov DKI Jakarta masuk akal karena menyusutnya transfer dana pemerintah pusat. APBD DKI 2026 diproyeksikan Rp81 triliun dengan pendapatan daerah Rp69-71 triliun, PAD utama Rp57-58 triliun. Proyek seperti LRT Manggarai-Dukuh Atas, RS Sumber Waras, pengendalian banjir, dan fasilitas kesehatan-pendidikan membutuhkan pembiayaan lintas tahun. Rencana penerbitan Rp4,2 triliun pada 2027 dan Rp1,3 triliun pada 2028 dianggap lebih prudent dibanding menarik seluruh dana sekaligus. DSCR DKI 22,74 kali (di atas batas minimum 2,5 kali) dan rasio kumulatif pinjaman 48,46% (di bawah batas 75%) menunjukkan kemampuan membayar utang masih kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.05
DKI Jakarta Mau Terbitkan Obligasi, Ekonom Ingatkan Hal Ini
kumparan · 10 September 2026 pukul 14.51
Bangun SJUT, Pemprov DKI Anggarkan Rp 90 Miliar untuk 10 Ruas Jalan
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 13.31
Pemprov DKI Kucurkan Rp90 Miliar untuk Kubur Kabel ke Bawah Tanah
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 04.32
Purbaya Tawarkan Pinjaman PT SMI, Pramono Tetap Ngotot Ajukan Obligasi DKI
Berita terkait
Purbaya: Jakarta Enggak Perlu Obligasi, Uangnya Sudah Kebanyaka
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.13
Pram Rinci Obligasi DKI Rp 5,6 T: Rp 2,7 T untuk LRT, Sisanya RS Sumber Waras
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.01
Pemprov DKI Siapkan Obligasi Rp 5,6 T, Terbit Bertahap di 2027 dan 2028
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 18.54
Di Depan AHY, Pramono Singgung APBD Jakarta Dipotong: Jangan Nambah Lagi
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 14.52