Ekonom Ungkap 'Harta Karun' Ekspor RI Selain Nikel-CPO-Batu Bara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan mesin ekspor baru di luar komoditas andalan seperti CPO, batu bara, dan nikel. Kopi, pala, cokelat, dan kelapa disebut berpotensi menjadi penopang pertumbuhan ekspor. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan jika pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang saat ini hanya tumbuh 2,6% yoY, bisa didongkrak bersama manufaktur, Indonesia bisa tumbuh di atas 5,5% bahkan 6%. Penguatan ekspor komoditas nontradisional penting untuk membalikkan neraca perdagangan defisit pada Juni 2026 sebesar US$450 juta setelah Mei 2026 defisit US$1,61 miliar. Penurunan harga minyak Brent ke US$87,95/barel dari kisaran US$90-100 berpotensi mengurangi tekanan impor energi dengan ekspektasi harga stabil di US$70-80/barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 16.45
PT DSI Sudah Analisis 6.500 Transaksi Ekspor Senilai USD 14 M
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.01
Rosan Tegaskan DSI Tidak Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.41
Fokus 3 Komoditas, Pengawasan Danantara Diperluas ke 50 Pelabuhan
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.00
Danantara Bongkar Praktik Underinvoicing Ekspor 3 Komoditas
Berita terkait
Nilai ekspor perdagangan RI Januari-Juni capai 140,81 miliar dolar AS
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 13.16
Pemerintah nyatakan cadangan devisa aman senilai 145,3 miliar dolar AS
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.50
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Beroperasi 1 Januari 2027
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.46
Prabowo Siapkan Harga Referensi Indonesia untuk Komoditas Ekspor
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 17.04