Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom Ungkap 'Harta Karun' Ekspor RI Selain Nikel-CPO-Batu Bara

Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan mesin ekspor baru di luar komoditas andalan seperti CPO, batu bara, dan nikel. Kopi, pala, cokelat, dan kelapa disebut berpotensi menjadi penopang pertumbuhan ekspor. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan jika pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang saat ini hanya tumbuh 2,6% yoY, bisa didongkrak bersama manufaktur, Indonesia bisa tumbuh di atas 5,5% bahkan 6%. Penguatan ekspor komoditas nontradisional penting untuk membalikkan neraca perdagangan defisit pada Juni 2026 sebesar US$450 juta setelah Mei 2026 defisit US$1,61 miliar. Penurunan harga minyak Brent ke US$87,95/barel dari kisaran US$90-100 berpotensi mengurangi tekanan impor energi dengan ekspektasi harga stabil di US$70-80/barel.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait