Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ghalibaf: Selat Hormuz akan Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Ketentuan MoU

TEHERAN - Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikas (AS) memenuhi semua ketentuan dalam nota kesepakatan sementara dengan Iran, termasuk pencabutan blokade laut, pelepasan aset yang dibekukan, pencabutan sanksi minyak, dan penghentian ancaman serta operasi militer AS di semua lini. Ketuntutan ini disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga berperan sebagai negosiator utama Iran dalam perundingan tersebut. Ghalibaf menegaskan bahwa selama komitmen AS dalam MoU belum dilaksanakan sepenuhnya, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali. Sementara itu, Alexandru Hudisteanu, analis pertahanan dan mantan perwira angkatan laut Rumania, menyatakan bahwa konflik antara Iran dan AS kini telah meluas ke tingkat regional. Meskipun perang tetap bersifat lokal, seluruh kawasan tersebut kini berada dalam kondisi konflik. Houthi semakin memperluas dampak konflik hingga ke Laut Merah dengan mengancam pelayaran Arab Saudi, sementara serangan di Laut Kaspia beberapa pekan lalu menghubungkan wilayah tersebut dengan konflik Rusia-Ukraina. Hudisteanu juga menyoroti bahwa ketidakstabilan akibat perang AS-Israel melawan Iran pada Februari dapat memicu gejolak di wilayah lain, menciptakan situasi yang penuh ketidakpastian dan ketidakstabilan. Ia menyimpulkan bahwa kondisi ini dapat disebut sebagai realitas keamanan baru yang sedang terbentuk.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait