Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga BBM Global Diprediksi Meroket
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melonjak di atas US$100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan drone di Yaman menutup jalur pipa Arab Saudi ke Laut Merah, mengancam pasokan minyak global. Prompt spread menunjukkan pasar kesulitan memenuhi permintaan saat ini. Analis memrediksi harga Brent bisa mencapai US$120 per barel. Kenaikan harga ini di tengah tekanan pasar keuangan, termasuk imbal hasil Treasury AS mencapai 5% dan bursa saham Wall Street melemah. Pemerintah Indonesia mempertahankan subsidi BBM hingga akhir 2026, sekaligus menyesuaikan harga nonsubsidi sejak September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 07.25
Pemerintah Jaga Stabilitas BBM, Pakar Dorong Efisiensi Subsidi Energi Tahun Depan
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 12.00
Harga Minyak Dunia Makin Mahal di Tengah Serangan Houthi dan Iran
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Ditutup Melemah ke 6.541
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.00
Harga Minyak Dunia Sulit Turun dari US$100, Pasokan kian Tipis
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.00
Krisis Bahan Bakar Global: Eksekutif Minyak AS Peringatkan Kelangkaan Akut
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.00
Houthi Serang Arab Saudi Habis-habisan, Minyak Dunia di Ujung Tanduk
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 05.33