Ekspor Nikel RI di 2026 Diramal Hilang 5 Juta Ton Gegara Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan bahwa sebanyak 3,5 hingga 5 juta ton ekspor nikel berpotensi hilang pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), termasuk kendala jadwal, kuota, dan durasinya yang menjadi hambatan utama bagi pengusaha tambang. Pemerintah menargetkan produksi nikel sebesar 260 juta ton tahun ini untuk mengatur harga nikel dunia agar tidak terus menurun, namun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontraksi sebesar 1,56% pada industri pertambangan minerba, yang sejalan dengan proyeksi Kadin. Kadin mendesak pemerintah memberikan kepastian regulasi RKAB demi kelangsungan bisnis jangka panjang bagi investor, terutama di wilayah Indonesia Timur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa RKAB harus disusun dengan hati-hati untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan, sehingga harga komoditas tetap baik. Pemerintah akan memprioritaskan perusahaan tambang dengan kontribusi royalti lebih besar dan mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) alih-alih sekadar volume produksi, guna mencegah harga anjlok dan menjaga keberlanjutan sumber daya mineral.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.43
Bahlil Kenang Didemo 1,5 Bulan Gara-gara Larangan Ekspor Bijih Nikel
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.16
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.25
RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton
Berita terkait
Heboh Ekspor Nikel-Timah Disetop Gegara LTJ, Ini Keputusan Pemerintah
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.20
Ekspor Nikel Terhambat LTJ, Pelaku Usaha Minta Kepastian Standar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.00
Ekspor Nikel Cs Terganjal, Pelaku Usaha: LTJ Cuma Mineral Ikutan
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.45
Pengusaha Menjerit, Aktivitas Industri Nikel Terhambat Gara-Gara LTJ
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.17