Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap negara yang bergabung dalam 'perang ekonomi' AS melawan Iran. Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamangan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan kepada IRIB bahwa negara mana pun yang mendukung sanksi ekonomi AS akan dianggap musuh dan menghadapi tindakan balasan yang dahsyat. Rezaei menjelaskan strategi tiga tahap Iran: tahap pertama melalui perundingan untuk meredakan ketegangan, kemudian negosiasi agar negara lain mengambil jarak dari AS, dan sebagai langkah terakhir, serangan terhadap kepentingan negara yang tidak memediasi. Sementara itu, Mesir mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke jalur diplomasi guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.45
Iran Hadapi Tekanan AS, Pezeshkian Klaim Rakyat Tetap Solid
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Berita terkait
Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 13.32
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27
Dampak Ancaman Perang Ekonomi Donald Trump Terhadap Mitra Dagang Iran
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.56