Iran Serukan AS Akui Kekalahan dalam Perang: Terimalah Kenyataan!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mendesak Amerika Serikat (AS) mengakui kekalahan strategis terkait kendali Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa selat tersebut adalah milik Iran dan hanya akan dibuka atau ditutup atas perintah Teheran. Iran mengancam akan melanjutkan blokade selama AS tidak menerima kenyataan tersebut.
Konflik ini memuncak setelah Presiden Donald Trump mengklaim akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS usai mengalahkan Iran. Trump menyatakan Angkatan Laut AS telah memberlakukan blokade total dan tidak mengizinkan kapal melintas tanpa izin. Perselisihan ini bermula dari serangan AS dan Israel pada Februari lalu, yang dibalas Iran dengan penutupan jalur pelayaran vital minyak dan gas global tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.30
Iran Tegaskan Belum Mau Lanjut Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata 60 Hari Tak Ada
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
Berita terkait
Iran Tepis Trump Soal Klaim Selat Hormuz Wilayah AS: Akan Tetap Milik Iran!
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.29
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Janjikan Rp500 Juta bagi Warga yang Tangkap Tentara AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.47