Presiden Iran Bela Memorandum dengan AS, Sebut Jalan Terbaik Keluar dari Kebuntuan Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membela pembentukan memorandum kesepahaman dengan Amerika Serikat sebagai langkah terbaik untuk keluar dari kondisi yang dijelaskannya sebagai 'tidak perang, tidak juga damai'. Dalam pidatonya, Pezeshkian menegaskan bahwa tidak ada klausul dalam kesepakatan tersebut yang berarti pada pengorpanan, dan kebijakan Iran tetap mengikuti garis yang ditetapkan oleh pemimpin tertingginya. Memorandum yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump pada Juni lalu menetapkan tenggat waktu 60 hari untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran. Meskipun batas waktu tersebut telah berakhir, kedua belah pihak masih jauh dari kesepakatan, terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut kritis bagi perdagangan global.
Pezeshkian menjelaskan bahwa ketidakpastian ini menghambat aliran investasi ke Iran karena sektor swasta sangat sensitif terhadap risiko. Ia menekankan pentingnya menghilangkan risiko tersebut agar ekonomi Iran bisa pulih. Sekitar enam bulan setelah konflik militer dengan AS dan Israel dimulai, perekonomian Iran semakin terdampak oleh sanksi dan pembatasan laut. Pezeshkian mengakui bahwa masyarakat Iran sedang menghadapi berbagai kesulitan akibat gelombang sanksi baru yang diluncurkan oleh AS untuk meningkatkan isolasi ekonomi Tehran.
Di sisi lain, Mohsen Rezaei, yang baru saja dilantik kembali sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mendukung upaya AS dalam menekan ekonomi Iran. Rezaei menyatakan bahwa Iran siap menargetkan jalur pengiriman minyak alternatif di Teluk Persia jika tetangga setuju bergabung dalam 'perang ekonomi' terhadap Iran. Sementara itu, Donald Trump terus menjanjikan peningkatan tekanan ekonomi dan isolasi terhadap Iran dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.45
Iran Hadapi Tekanan AS, Pezeshkian Klaim Rakyat Tetap Solid
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 20.34
Saat Iran Ingin Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Berita terkait
Presiden Pezeshkian Sebut Saat Ini Momen Tepat Akhiri Perang Iran-AS dari Posisi Kuat
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 23.15
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 13.32