Iran Tingkatkan Kekuatan Militer selama Gencatan Senjata dengan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran menyatakan kesiapan kembali berperang melawan AS jika negosiasi gagal, sambil menegaskan telah memperkuat kekuatan militer selama gencatan senjata. Juru bicara militer Mohammad Akraminia menyampaikan bahwa Iran memanfaatkan MoU yang ditangguhkan dan setiap momen gencatan senyasa untuk memasukkan peralatan ke angkatan bersenjata, mengimpor peralatan baru, memperbaiki sistem rusak, hingga memproduksi sistem baru. Iran juga menggunakan drone generasi baru dalam pertempuran, dengan spesifikasinya akan diumumkan nanti.
Penjabat Menteri Pertahanan Iran, Majid Ebn-e Reza, menyatakan produksi rudal dan drone tidak pernah berhenti, bahkan mencapai tiga kali lipat dari tingkat sebelum perang. Meskipun komandan tinggi gugur, angkatan bersenjai tetap kompak dan menghadapi musuh dengan kejutan taktis. IRGC juga melaporkan peningkatan produksi rudal dan perbaikan akurasi berkat pengalaman pertempuran, meski tidak merinci angka pasti atau kerusakan yang dialami.
Upaya peningkatan kekuatan ini berlangsung sekaligus dengan negosiasi damai melalui Oman dan pihak penengah lainnya untuk mengakhiri konflik AS-Israel melawan Iran. Washington tetap mendesak kesepakatan atau 'penyerahan diri total' dari Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.47
Iran-Oman Sepakati Rute Selat Hormuz, Apa Dampaknya?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.27
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.51
Masih Buka Pintu Dialog untuk Iran, Donald Trump: Saya Tak Ingin Membunuh Orang
Berita terkait
Iran Tangkap Drone Bawah Laut AS, Bakal Pulihkan Data di Dalamnya
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.01
Iran Minta AS Terima Kenyataan Jet Tempurnya Mudah Diburu dan Dihancurkan
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 07.31
Iran klaim berhasil tembak jatuh dua drone AS di dekat Selat Hormuz
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 16.53
Inspektur Jenderal Pentagon Akhirnya Akui AS Kekurangan Amunisi akibat Perang Iran
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 12.49