KAI Evaluasi Sistem Operasional Usai Temuan KNKT soal Tabrakan KA Anggrek Vs KRL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pasca tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. KAI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional, prosedur lapangan, kesiapan SDM, serta koordinasi antarpihak guna mencegah kejadian serupa.
Investigasi KNKT mengungkap 60 poin temuan, termasuk ketidaksesuaian jadwal keberangkatan dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka), perbedaan rujukan waktu pada sistem komunikasi, serta gangguan saluran komunikasi akibat polusi suara. Selain itu, ditemukan masalah teknis berupa goresan pada kaca lokomotif yang mengganggu penglihatan masinis, serta kurangnya pelatihan skenario pengereman darurat bagi masinis KA Anggrek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 September 2026 pukul 20.26
KAI soal Investigasi KNKT Kecelakaan KA di Bekasi Timur: Kami Evaluasi
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.47
Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka Tabrakan KRL, KAI Buka Suara
JawaPos · 29 September 2026 pukul 11.46
KNKT Rilis 6 Faktor Picu Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur
kumparan · 29 September 2026 pukul 04.23
Investigasi KNKT soal KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Berita terkait
Komisi V DPR Soroti Kegagalan Sistemik di Balik Tabrakan KA Anggrek Vs KRL
Detik.com · 30 September 2026 pukul 06.21
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, KAI Hormati Proses Hukum
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.50
2 Tersangka di Kecelakaan Kereta Maut di Bekasi Timur
kumparan · 30 September 2026 pukul 08.31
Dituding Telat Ngerem, Masinis Argo Jadi Tersangka Kecelakaan Bekasi
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.31