Kecaman dari Senayan ke Nakes yang Hina Pasien BPJS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS, mengunggah di media sosial bahwa ia menunggu 8 jam untuk kamar rawat inap pada 22 Juli 2026. Unggahan itu dibanjiri komentar menghina dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan, termasuk saran untuk pindah ke ruang jenazah. Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, memicu kecaman luas.
Anggota DPR RI dari berbagai fraksi mendesak Kementerian Kesehatan mengusut kasus ini. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menekankan perlunya investigasi rumah sakit dan sanksi bagi nakes yang tidak berempati. Charles Honoris dari PDIP meminta pemeriksaan etik, sementara Irma Suryani Chaniago dari NasDem menyebut oknum tersebut tidak punya moral dan berkomunikasi dengan Kemenkes untuk sanksi.
Kasus ini menyoroti masalah dalam pelayanan kesehatan, seperti keterbatasan fasilitas dan diskriminasi terhadap pasien BPJS. Para legislator menekankan pentingnya etika medis dan peningkatan anggaran kesehatan untuk layanan yang lebih manusiawi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 10.39
Daftar Nakes Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS di Medsos
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 14.57
Pakar Hukum: Kritik Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Dijamin Konstitusi
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.12
Komisi IX DPR: Nakes Jangan Hilang Empati
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 16.54
Anggota DPR Desak RS Sanksi Nakes Komentar Nirempati ke Pasien BPJS
Berita terkait
Curhat Hidup Keras Jadi Nakes dan Pasien, Warganet: Sama-sama Korban
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.49
Legislator Soroti Nakes Hina Pasien BPJS, Minta Evaluasi Total Manajemen RS
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.06
Legislator Sayangkan Nakes Hina Pasien BPJS, Desak Sanksi Tegas
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 06.46
Permintaan Maaf Nakes Usai Komentar Potong Urat Nadi Pasien Yurizal
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 07.31