KEHATI Soroti Empat Celah Kebijakan Iklim, Dorong 7 Rekomendasi untuk RUU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Yayasan KEHATI dalam policy brief bersama ITB, BRIN, dan AKATIGA mengidentifikasi empat kesenjangan kebijakan iklim Indonesia. Perubahan iklim telah menimbulkan dampak seperti kenaikan permukaan air laut, kekeringan, kebakaran hutan, banjir, serta kehilangan keanekaragaman hayati. Dampak paling berat dirasai masyarakat rentan seperti masyarakat adat, miskin, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Kepadatan ini menunjukkan masalah keadilan iklim di mana kelompok berkontribusi rendah emisi tetapi harus menanggung dampak terbesar. Keanekaragaman hayati berfungsi sebagai penyerap karbon alami, namun iklim yang berubah mempercepat kerusakan ekosistem dan potensi kepunahan. Empat kesenjangan utama meliputi fragmentasi tata kelola iklim yang belum merata di seluruh kementerian dan pemerintah daerah, serta kurangnya kolaborasi antara pemerintah, LSM, akademisi, dan masyarakat adat dalam mengatasi isu iklim secara menyeluruh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 16.56
RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Harus Jaga Keseimbangan Upaya Mitigasi dan Adaptasi
Berita terkait
MPR Minta RUU Perubahan Iklim Dibahas Akhir 2026, Ini Alasannya
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 17.34
Menteri LH Ungkap Pentingnya UU Pengendalian Perubahan Iklim
Detik.com · 17 September 2026 pukul 16.42
MPR dan Kementerian LH Buka Pintu Pembahasan RUU Perubahan Iklim
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.30
Waka MPR Dukung Pembahasan RUU Pengendalian Perubahan Iklim Dipercepat
Detik.com · 17 September 2026 pukul 14.53