Kemenag Perkuat Perlindungan Anak, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Instrumen Tekan Bullying
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Save the Children Indonesia untuk memperkuat perlindungan anak dalam pendidikan keagamaan. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi serta bullying melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada Senin (21/9/2026).
Sinergi ini mengintegrasikan program prioritas Kemenag, seperti kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. Save the Children tidak membuat kurikulum baru, melainkan fokus memperkuat implementasi kurikulum yang sudah ada di lapangan guna memastikan hak pendidikan dan perlindungan anak terpenuhi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 20.40
Kemenag Gandeng Save the Children, Fokus pada Mutu Pendidikan dan Perlindungan Anak
Detik.com · 20 September 2026 pukul 15.29
Kemenag Rilis SE Pembatasan Gawai di Satuan Pendidikan, Ini Detail Aturannya
CNN Indonesia · 20 September 2026 pukul 12.00
Kemenag Rilis Surat Edaran, Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan
Berita terkait
Kemenag dan LPDP Buka Pendaftaran PPSL Luar Negeri 2026, Cek Syarat dan Dokumen Wajibnya
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 15.33
Kemenag Terbitkan Aturan Pembatasan Gawai di Sekolah, Ini Ketentuannya
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 10.27
Polres Kepulauan Seribu Edukasi Pelajar Lewat Program 'Bapak Asuh'
Detik.com · 17 September 2026 pukul 17.46
Pemerintah Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar 2026
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.32