Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Konten Kreator Rekam Usher GIIAS Tanpa Izin Minta Maaf

Konten kreator Emanuel Bryan, pemilik akun Bryan Ebem @ebemartono, meminta maaf secara terbuka melalui video setelah videonya saat mengunjungi GIIAS 2026 memicu polemik. Ia mengaku menyesal atas responsnya saat dihubungi usher dan berjanji lebih berhati-hati dalam membuat serta mengunggah konten. Bryan juga membantah memiliki niat negatif dan mengaku hanya ingin menginspirasi, tetapi tetap mengakui kesalahannya.

Polemik bermula ketika usher bernama Leonny mengaku direkam tanpa izin menggunakan kamera tersembunyi di kacamata salah satu kreator. Awalnya Leonny mengira perekaman hanya untuk area booth dan kendaraan, tetapi kemudian video dirinya beredar dengan narasi "cara deketin cewe di pameran". Saat diminta menghapus video, sempat ditolak dengan alasan perekaman dilakukan di ruang publik. Leonny juga mengaku mendengar dari usher lain yang mengalami hal serupa, bahkan diminta membayar biaya produksi agar videonya dihapus. Video tersebut akhirnya dihapus dari media sosial.

Dosen Komunikasi Universitas Mercu Buana, Afgiansyah, menilai kasus ini menunjukkan rendahnya literasi sebagian kreator terhadap UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Ia menegaskan perekaman biometrik seperti wajah tetap membutuhkan persetujuan meskipun dilakukan di ruang publik. Pelanggaran dapat dituntut baik atas perekaman tanpa izin maupun penyebarluasan konten, dengan sanksi denda hingga miliaran rupiah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait