Korupsi Masih Jadi Tantangan Terbesar dalam Perjalanan Demokrasi dan Penegakan Hukum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat Hukum dan Politik Pieter C Zulkifli menyatakan bahwa korupsi masih menjadi tantangan terbesar dalam perjalanan demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, meski berbagai regulasi, lembaga, dan strategi pemberantasan telah dibangun selama bertahun-tahun, praktik penyalahgunaan kewenangan terus berulang dengan pola yang nyaris sama. Pergantian rezim hanya mengganti wajah, bukan masalahnya.
Pieter menilai pertanyaan yang patut diajukan bukan lagi mengapa korupsi terjadi, melainkan mengapa negara tampak tidak mampu menghentikannya. Keberhasilan pemberantasan korupsi selama ini masih diukur dari jumlah tersangka dan operasi tangkap tangan, yang merupakan pendekatan hilir. Sementara itu, instrumen pencegahan seperti Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) berdasarkan Perpres No. 54/2018 dan pendekatan 'Trisula' dari KPK sudah tersedia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 17.35
Pengamat Sebut Korupsi Tak Pernah Berakhir Selama Hukum Masih Tebang Pilih
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 15.22
Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 13.10
Ditjenpas Respons Viral Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 11.41
Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar di Solok, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara
Berita terkait
Garang Berantas Korupsi, Kejagung Didesak Tak Pandang Bulu Usut Kasus Febrie Adriansyah
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 16.52
81 Tahun Merdeka, Pengamat Sebut Korupsi Masih Menggerogoti Keuangan Negara
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 14.01
Febrie Adriansyah Mencederai Kepercayaan Publik, Layak Mendapat Hukuman Berat
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.56
Penerapan Undang-Undang Tipikor Dalam Bidang Hukum Selain Hukum Pidana
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 06.28