Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengamat Sebut Korupsi Tak Pernah Berakhir Selama Hukum Masih Tebang Pilih

Korupsi di Indonesia tetap menjadi tantangan utama dalam demokrasi dan penegakan hukum. Meski berbagai regulasi, lembaga, dan strategi pemberantasan telah dibangun, praktik penyalahgunaan kewenangan terus berulang dengan pola mirip. Pengamat hukum dan politik Pieter C Zulkifli menyatakan bahwa korupsi tidak pernah benar-benar kalah di Indonesia. Selama hukum tebang pilih dan tata kelola rapuh, pergantian rezim hanya mengganti wajah, bukan masalahnya.

Pieter Zulkifli mengutip filsuf Plato tentang konsekuensi ketidakpedulian terhadap urusan publik. Ia menekankan bahwa meski pemerintah berganti dan lembaga diperkuat atau dilemahkan, berita tentang operasi tangkap tangan, suap proyek, jual beli jabatan, mafia peradilan, dan penyalahgunaan anggaran tetap muncul hampir setiap pekan. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi masih merajalela di berbagai sektor.

Pertanyaan kritis yang diangkat adalah mengapa negara tampak tidak mampu menghentikan korupsi. Kondisi ini memunculkan keraguan terhadap keseriusan negara dalam memberantas praktik korupsi, meski telah ada upaya bertahun-tahun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait