KPK Beberkan Modus Dugaan Pemerasan Masuk Unsoed, Minta Rp650 Juta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan pemerasan terkait penerimaan mahasiswa baru (maba) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang melibatkan Rektor Akhmad Sodiq. Dalam kasus ini, KPK menemukan tiga klaster: permintaan uang Rp650 juta untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran 2026, gratifikasi senilai Rp680 juta, serta tawar menawar mahar Rp1,12 miliar. Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK, menyatakan pemerasan terjadi karena tidak ada upaya seimbang dari orang tua calon maba untuk mengimbangi otoritas rektor dalam sistem penerimaan. Dalam kasus ini, tidak ada unsur permufakatan jahat dari orang tua, sehingga beberapa kasus ditetapkan sebagai gratifikasi. Sementara itu, 6 orang tersangka, termasuk Rektor Unsoed dan pejabat lain, ditahan selama 20 hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 03.30
Skandal Rp650 Juta: Mahasiswa Bayar Mahal, Tetap Gagal Masuk Kedokteran
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 02.30
Nasib Mahasiswa Unsoed: Setor Uang Fantastis, Rektor Dibekuk KPK
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 20.30
Apa Orang Tua Mahasiswa Bakal Dikejar KPK Buntut Kasus Rektor Unsoed?
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.09
Selain FK Unsoed, Jual Beli Kursi Juga Terjadi di Fakultas Perikanan dan Hukum
Berita terkait
KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Maba Jalur Mandiri Unsoed Sudah Berlangsung Lama
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.45
KPK: Rektor Unsoed Minta Orang Tua Calon Maba Fakultas Kedokteran Siapkan Rp650 Juta
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 08.42
KPK: Dugaan Pemerasan Rektor Unsoed Tak Hanya ke Calon Mahasiswa FK
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 08.40
Tampang Rektor Unsoed Kini Pakai Rompi Oranye KPK
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 08.23