KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto memberikan tanggapan positif terhadap wacana Presiden Prabowo Subianto yang ingin membentuk pengadilan ad hoc khusus BUMN. Setyo menilai rencana tersebut berpotensi membawa dampak baik bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Kendati demikian, KPK belum melakukan pembahasan mendalam secara internal karena wacana tersebut masih berupa pernyataan pemerintah dan menunggu kejelasan rencana aksi lebih lanjut.
Terkait data dan rincian BUMN yang bermasalah, KPK belum dapat membeberkan angkanya secara langsung karena perlu memeriksa seluruh dokumen penanganan kasus terlebih dahulu. Meskipun demikian, Setyo menegaskan bahwa KPK berkomitmen untuk menindaklanjuti dan memproses hukum setiap BUMN yang terbukti melakukan penyalahgunaan kewenangan, serta menginformasikannya secara terbuka kepada publik.
Wacana pembentukan pengadilan ad hoc ini sebelumnya dicetuskan oleh Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR setelah menemukan adanya 1.074 perusahaan di kelompok BUMN pascapembentukan Danantara, jauh melampaui estimasi awalnya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Prabowo menyoroti buruknya pengelolaan sejumlah BUMN dan mempertimbangkan langkah hukum untuk mengusut rekam jejak jajaran direksi hingga kurun waktu 30 tahun ke belakang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.52
KPK Sambut Baik Usulan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 20.51
Akademisi Dukung Rencana Presiden Prabowo Beri Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara
Berita terkait
'BUMN Ini Kadang Seenaknya' Prabowo Siap Usut Direksi Nakal 30 Tahun Terakhir
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.36
Prabowo Usul Pengadilan Ad Hoc BUMN, Dasco: Terlalu Bersemangat
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 19.30
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41
Mensesneg: Wacana Amnesti Petinggi BUMN untuk Benahi Tata Kelola •
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.57