Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol, Mensos Duga KTP Disalagunakan

Kementerian Sosial tengah mendalami data penerima bansos yang terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol), termasuk dua warga lansia di Pekalongan, Jawa Tengah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa KTP penerima bansos sering disalahgunakan oleh pihak lain untuk membuat akun, membeli motor, atau berlangganan listrik. Fenomena ini menyebabkan keluarga yang sebenarnya membutuhkan bansos tidak mendapatkannya karena identitasnya disalahgunakan.

Dua lansia bernama Darmo (61) dan Dayat (77) dari Desa Kayugeritan, Pekalongan, tidak lagi menerima bansos sejak awal 2026 setelah data mereka terkait dengan aktivitas judol. Mereka sebelumnya tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima bantuan Rp600 ribu setiap tiga bulan. Darmo dan Dayat mengaku tidak memiliki telepon seluler, namun tercatat dalam desil 1 DTSEN sebagai keluarga dengan kesejahteraan terendah.

Kemensos menegaskan akan melakukan verifikasi menyeluruh untuk memastikan penerima bansos yang memenuhi kriteria tetap mendapatkan bantuan. Jika hasil verifikasi menunjukkan penerima masih layak, bansos akan tetap disalurkan.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait