Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol, Mensos Duga KTP Disalagunakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial tengah mendalami data penerima bansos yang terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol), termasuk dua warga lansia di Pekalongan, Jawa Tengah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa KTP penerima bansos sering disalahgunakan oleh pihak lain untuk membuat akun, membeli motor, atau berlangganan listrik. Fenomena ini menyebabkan keluarga yang sebenarnya membutuhkan bansos tidak mendapatkannya karena identitasnya disalahgunakan.
Dua lansia bernama Darmo (61) dan Dayat (77) dari Desa Kayugeritan, Pekalongan, tidak lagi menerima bansos sejak awal 2026 setelah data mereka terkait dengan aktivitas judol. Mereka sebelumnya tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima bantuan Rp600 ribu setiap tiga bulan. Darmo dan Dayat mengaku tidak memiliki telepon seluler, namun tercatat dalam desil 1 DTSEN sebagai keluarga dengan kesejahteraan terendah.
Kemensos menegaskan akan melakukan verifikasi menyeluruh untuk memastikan penerima bansos yang memenuhi kriteria tetap mendapatkan bantuan. Jika hasil verifikasi menunjukkan penerima masih layak, bansos akan tetap disalurkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 20.37
Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol, Kemensos Turun Tangan Cek Data
kumparan · 2 September 2026 pukul 20.30
Gus Ipul: Kemensos Dalami Data Lansia di Pekalongan Terdampak Indikasi Judol
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 23.40
Lansia Terindikasi Judol Tak Dapat Bansos, Ini Respons Gus Ipul
VOI · 3 September 2026 pukul 12.15
12.800 KPM Bansos di Serang Terindikasi Judol, 400 Ajukan Sanggahan
Berita terkait
Lansia di Pekalongan Dicoret Bansos karena Diduga Judol, Padahal Tak Punya HP
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.08
1,49 Juta Penerima Bansos Bermain Judol, Lebih dari 1 Juta Masih Anak-anak
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 09.11
1,4 Juta Penerima Bansos Terseret Judol, Mensos Bongkar Dugaan Permainan KTP
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.09
Gus Ipul Ajak Masyarakat Aktif Koreksi Data Penerima Bansos
kumparan · 2 September 2026 pukul 20.10