Peringatan Keras Iran Bagi yang Coba-coba Gabung Sanksi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran memperingatkan negara lain agar tidak ikut serta dalam 'perang ekonomi' Amerika Serikat yang mengarahkan sanksi terbaru. Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezai, menyatakan bahwa negara mana pun yang berpartisipasi dalam pembatasan ekonomi terhadap Iran akan dianggap sebagai musuh. Ia juga mengancam akan menyerang perusahaan minyak AS di sekitar Iran jika sanksi terus diterapkan. Amerika Serikat telah mendesak sekutu-sekutunya, termasuk China dan Uni Emirat Arab, untuk bergabung dalam kampanye mengisolasi ekonomi Iran. China mengkritik inisiatif sanksi AS, sementara UAE menangguhkan transaksi dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengakui masyarakat Iran menghadapi banyak masalah akibat sanksi AS dan mengklaim Iran berada dalam 'perang skala penuh' di bidang ekonomi, militer, dan keamanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Ancam Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS: Akan Kami Anggap Musuh
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.22
Menanti Sanksi Baru AS ke Iran, Harga Minyak Langsung Jeblok 1%
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Mentah Melemah Senin Pagi, Investor Aksi Ambil Untung Jelang Sanksi AS ke Iran
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
Berita terkait
Dampak Ancaman Perang Ekonomi Donald Trump Terhadap Mitra Dagang Iran
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.56
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
Telepon MBS di Balik Trump Tunda Serangan ke Iran
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 06.00