Iran Hadapi Tekanan AS, Pezeshkian Klaim Rakyat Tetap Solid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negara ini menghadapi perang skala penuh dari Amerika Serikat yang mencakup bidang ekonomi, militer, dan keamanan. Dalam 8 bulan, korban kecelakaan kapal mencapai 442 orang. Pezeshkian mengakui pemerintah merasa malu karena belum menyelesaikan masalah ekonomi namun menekankan upaya memenuhi kebutuhan rakyat. Ia menyebut tekanan AS meliputi ancaman sanksi berat serta konflik di Selat Hormuz, jalur strategis untuk ekspor minyak dunia. Meski sebelumnya ada upaya diplomatik melalui nota kesepahaman dengan AS pada Juni 2024, negosiasi terhenti akibat perselisihan pelaksanaan dan pengaturan navigasi di Selat Hormuz. Pezeshkian menolak prediksi bahwa Iran akan menjadi Venezuela, menggambarkan negara ini sebagai kekuatan yang menunjukkan solidaritas dan kohesi rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 13.32
Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 23.15
Presiden Pezeshkian Sebut Saat Ini Momen Tepat Akhiri Perang Iran-AS dari Posisi Kuat
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya
Berita terkait
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Cermati Arus Hormuz dan Tekanan AS ke Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.00
JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 17.00
Iran Ejek AS Memohon Bantuan Sekutu usai Kalah
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.31