Modus Baru! Rekrut Pilot Jadi Kurir Narkoba, Manfaatkan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengungkapkan modus baru penyelundupan narkoba melalui pilot pesawat. Sindikat memanfaatkan fasilitas khusus yang diberikan kepada awak pesawat, seperti jalur check-in terpisah, bagasi tersendiri, dan pemeriksaan yang lebih cepat.
Dalam kasus yang terungkap, seorang pilot menyimpan 14 bungkus ekstasi di dalam koper dengan menggunakan label "kru" sehingga jalur pemeriksaannya berbeda dari penumpang biasa. Pilot juga memanfaatkan aturan hand-carry yang pemeriksaannya masih dilakukan secara acak oleh mesin X-ray.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan bahwa fasilitas khusus tersebut diberikan secara global karena pilot dianggap berisiko rendah. Sindikat memanfaatkan kondisi ini karena menilai penyelundupan melalui pilot lebih aman. Pihak Bea Cukai menyatakan akan memperketat pengecekan barang, terutama untuk pemeriksaan yang sebelumnya bersifat acak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 06.25
Kronologi Pilot Malaysia Selundupkan Ekstasi 25 Kg Diupah Rp 220 Juta
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.39
3 Narkoba Dipakai Pilot Malaysia Kurir 26 Kg Ekstasi: Sabu, Inex, dan Kokain
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 02.53
Polisi Buru Anggota Sindikat Narkoba Melibatkan Pilot Asal Malaysia
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.22
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 7,9 Ton Narkoba per Juli 2026
Berita terkait
Gerak-gerik Kopilot Malaysia Airlines Kurir Ekstasi Sebelum Ditangkap di Soetta
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.02
Bea Cukai Bakal Perketat Barang Bawaan Pilot dan Pramugari Cs
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.00
Petunjuk Sindikat Narkoba Terungkap dari Pemeriksaan Pilot Malaysia
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.30
Bea Cukai dan Aparat Gabungan Musnahkan 1,3 Ton Ketamin, Selamatkan 6,68 Juta Jiwa
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.45