Nasib Dokter PPDS UGM yang Berkomentar Nirempati Terhadap Pasien BPJS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) di RSUP Dr. Sardjito ditangguhkan dari praktiknya setelah memberikan komentar nirempati terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial. Kasus ini bermula dari keluhan Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang harus menunggu selama 8 jam untuk mendapatkan ruangan perawatan. Unggahan keluhan tersebut viral setelah ramai dikomentari oleh sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan, termasuk Elda Putri Rahardini sebagai peserta PPDS UGM. Sorotan publik semakin besar setelah muncul kabar bahwa Yurizal dilaporkan meninggal dunia. Banu Hermawan, Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, memastikan bahwa Elda bukan pegawai tetap rumah sakit, melainkan peserta didik yang sedang menjalani pendidikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 20.37
Dokter PPDS UGM yang Cibir Pasien BPJS Dinonaktifkan 3 Bulan
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.56
Rekomendasi RSA UGM ke Nakes Cibir Pasien BPJS: Sanksi Berat
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 08.10
Cibir Pasien BPJS 'Ruang Jenazah Kosong', Dokter di NTT Minta Maaf
ANTARA News · 6 Agustus 2026 pukul 18.51
Menkes: Nakes sebagai pelayan masyarakat tak boleh nirempati
Berita terkait
RS Pusri Ambil Sikap Tegas, Dokter Mitra Dihentikan Setelah Komentar Soal Pasien BPJS Viral
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.21
Menkes Sedih Respons Banyak Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.34
Viral Nakes Nirempati ke Pasien BPJS, Pramono Langsung Minta Dinkes Bertindak
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.03
RSA UGM Panggil Perawat yang Diduga Ikut Cibir Pasien BPJS
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.29