Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OJK Lantik Henry Rialdi Jadi Deputi Pengawasan Bursa Mineral

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) pada 19 Agustus 2026. Pelantikan ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas OJK dalam menjalankan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. BMKS diharapkan menjawab masalah transfer pricing dan under-invoicing yang merugikan Indonesia, sekaligus mendukung pembentukan harga komoditas di dalam negeri agar lebih transparan dan optimal. Indonesia sebagai produsen utama mineral dan komoditas strategis belum memperoleh manfaat penuh karena harga banyak komoditas ditentukan di luar negeri.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK, dengan target operasional 1 Januari 2027. Kebijatan ini menjadi bagian dari kebijakan ekspor satu pintu dan bertujuan membangun Indonesia Reference Price untuk komoditas ekspor utama. Dengan bursa ini, diharapkan pasar menjadi lebih dalam, transparan, likuid, dan dapat dipercaya dunia, sekaligus memperketat ruang manipulasi melalui data transaksi yang lebih terang.

OJK juga melakukan reformasi pasar modal dengan demutualisasi, termasuk memberikan sanksi tegas bagi pelaku yang melanggar aturan bursa. Tujuannya adalah menjadikan pasar modal Indonesia sesuai standar global dan menjadi pasar modal terbesar di dunia. Kerangka pengaturan, pengawasan, dan pengembangan ekosistem BMKS akan disiapkan sejak awal agar kehadiran bursa dapat memberikan hasil optimal sesuai mandat yang diberikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait