Operasi Senyap Orang Dekat Nusron
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK menetapkan delapan tersangka dalam dua klaster korupsi di Kementerian ATR/BPN, termasuk empat orang kepercayaan Menteri Nusron Wahid. Kasus pertama melibatkan suap pembukaan blokir HGB PT Summarecon Agung Tbk kepada Kepala Kantor Pertanahan Bogor I, Sontang Coin Manurung, dengan kesepakatan Rp1,5 miliar melalui perantara Erwin.
Kasus kedua mencakup gratifikasi mutasi jabatan dan pelayanan pertanahan, termasuk pengurusan HGB PT Bela Parahyangan. Dalam klaster ini, Arif Sugiyanto berperan sebagai pengepul dana dari Erwin dan Muhammad Fakhry untuk diserahkan kepada Fahd A Rafiq. KPK menyita total Rp106 miliar, termasuk uang tunai dalam koper dan berbagai mata uang asing dari penggeledahan rumah tersangka dan kantor kementerian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.54
Nusron Wahid Kesal Ditanya Kasus ATR/BPN: Aku Mau Pulang
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.23
Kantor Summarecon di Bogor Digeledah KPK Terkait Kasus Suap HGB BPN
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 02.50
Omongan Mahfud MD soal Nusron Wahid Direspons KPK, Begini...
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 00.00
Tunggu Proses Politik, Nusron Wahid Tak Akan Bisa Kabur dari KPK: Aliran Dana Begitu Kuat...
Berita terkait
Kian Terang Perkara Suap Usai KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN
Detik.com · 20 September 2026 pukul 06.17
KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang dari Penggeledahan Rumah Dirjen PPTR Lampri
kumparan · 19 September 2026 pukul 10.07
KPK Temukan Bukti Dugaan Aliran Dana Suap Saat Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN
Detik.com · 19 September 2026 pukul 09.36
Usai Kantor Summarecon, KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Suap ATR/BPN
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 20.12