OTT ATR/BPN Jadi Momentum Perangi Mafia Tanah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) perusahaan swasta di Kabupaten Bogor. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, dan Presiden Direktur perusahaan swasta.
Anggota Komisi III DPR, Abdullah, mendesak agar kasus ini menjadi momentum pembersihan mafia tanah secara menyeluruh. Ia meminta KPK membongkar seluruh jaringan transaksi, termasuk pemberi dan perantara suap. Selain penegakan hukum, pemerintah diminta mengevaluasi tata kelola pelayanan pertanahan melalui digitalisasi dan penguatan pengawasan untuk meningkatkan transparansi serta kepastian hukum bagi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 20.47
KPK Jerat 8 Tersangka Kasus Mafia Tanah BPN: Bos Summarecon-Dirjen
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.29
Subdit Harda PMJ Periksa Eselon 1 ATR/BPN Terkait Kasus Mafia Tanah PTSL
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 07.37
Kepala Kantor Pertanahan Bogor dan Tangerang Ikut Terjaring OTT KPK
Detik.com · 15 September 2026 pukul 23.55
4 Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka KPK, Kapan Menteri Nusron Diperiksa?
Berita terkait
Tangan Kanan Nusron Wahid Disebut KPK Terima Rp1,5 Miliar
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.53
Empat Tersangka HGB Diduga Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Ini Penjelasan KPK
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 23.06
DPR: OTT Pejabat ATR/BPN Momentum Bongkar Jaringan Mafia Tanah
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.21
Alasan KPK Tak Jerat Kakantah Tangerang Tardi Jadi Tersangka Mafia Tanah BPN
kumparan · 15 September 2026 pukul 22.11