Kasus Korupsi Rektor Unsoed, DPR Sebut Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan pendidikan tinggi bukan tempat untuk transaksi finansial. Ia menyampaikan prihatin atas dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru di Unsoed yang menyalahi prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Kasus ini menjadi momentum pembenahan sistem seleksi mahasiswa, khususnya jalur mandiri. KPK menangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan dua wakil rektor serta tiga orang lain dalam OTT terkait manipulasi penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unsoed. Dari operasi tersebut, KPK menyita 60 barang bukti dan menetapkan enam tersangka, termasuk barang bukti berupa tarif kursi jalur mandiri Rp50 juta hingga Rp500 juta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 12.45
Kasus Korupsi di Unsoed, DPR Tegaskan Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 14.15
DPR Soal Kasus Korupsi Unsoed: Pendidikan Tinggi Bukan Ruang Transaksi
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.24
Kasus Korupsi Unsoed Memprihatinkan, DPR Sebut Pendidikan Tinggi Bukan Tempat Transaksi
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 10.50
Dugaan Korupsi Penerimaan Maba Jalur Mandiri Unsoed Bikin Indonesia Darurat Intelektual
Berita terkait
KPK Geledah Rektorat Unsoed, Sita Dokumen
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.28
KPK Geledah Rumah dan Rektorat Unsoed, Sita Barang Bukti Titipan Penerimaan Mahasiswa
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 20.22
Kata KPK dan Unsoed soal 73 Kuota Calon Maba Jerat Rektor Tersangka
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 08.25
Mendiktisaintek Tunjuk PLH Rektor Unsoed, Penerimaan Mahasiswa Bakal Dievaluasi
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 05.12