Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Kemendagri Mutakhirkan Data IKD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemendagri memperbaharui data IKD melalui jemput bola verifikasi di Sulawesi Tengah dan Palu. Tujuannya memastikan bansos sampai ke yang berhak, mengatasi inclusion error (menerima tidak layak) dan exclusion error (tidak menerima yang layak). Data perlu diperbarui saat warga meninggal, pindah, atau kondisi ekonomi berubah. Aktivasi IKD via petugas atau agen pendamping untuk yang tidak punya smartphone. Pemutakhiran data memberi gambaran aktual untuk verifikasi penerima manfaat yang lebih tepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 04.45
Luhut Pamer 3 Keunggulan AI Pemerintah yang Bakal Rilis Oktober 2026
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 17.04
Luhut: Bansos Salah Sasaran Turun dari 77,6% Jadi di Bawah 5%
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.27
Ramai Data Desil Tak Sesuai 'Isi Kantong', Luhut: Akan Diperbaiki dengan AI
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.06
Luhut Ungkap Data Bansos Salah Sasaran: Dulu 77,6%, Kini di Bawah 5%
Berita terkait
IKD Pangkas Waktu Verifikasi Bansos, Dukcapil Kemendagri Pacu Pemanfaatannya di Palembang
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.58
Dulu Verifikasi 200 Hari, Kini 5 Menit: Revolusi Baru Bansos RI
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.25
Taufan Pawe: IKD Harus Mempermudah, Bukan Menghambat Penerima Bansos
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.30
Digitalisasi Data Dukcapil Diharapkan Menekan Kesalahan Penyaluran Bansos di Palu
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.44