Pengakuan Ngeri AS Punya Senjata di Luar Angkasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat secara resmi mengakui memiliki senjata kendali ruang angkasa yang ditempatkan di orbit. Pengakuan ini disampaikan oleh Angkatan Luar Angkasa AS pada Senin, 14 September 2026, menyatakan bahwa senjata tersebut mampu melindari ancaman musuh terhadap Pasukan Gabungan. Senjata ini dapat digunakan untuk tujuan ofensif dan defensif, serta mencakup cara kinetik dan tidak kinetik untuk mengendalikan domain ruang angkasa. AS menganggap Rusia dan China sebagai ancaman utama dalam konteks ini. Militerisasi ruang angkasa telah ada sejak diluncurkannya Sputnik oleh Uni Soviet pada 1957. Sejak saat itu, negara-negara telah mengembangkan kemampuan militer di luar angkasa, meskipun dilarang oleh Perjanjian Ruang Angkasa 1967 terkait senjata pemusnah massal. Namuranya, negara-negara seperti AS, Rusia, China, dan India terus menjelajahi cara untuk berperang di luar angkasa, termasuk serangan terhadap satelit milik pihak lain. China secara tegas mengecam langkah AS, dengan Kementerian Luar Negeri China mendesak Washington untuk berhenti mempersiapkan konflik di luar angkasa. China menilai bahwa persenjataan dapat mengubah luar angkasa menjadi medan perang baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.05
China Bilang Amerika Cuma Gertak, Tuduh Ada Motif Tersembunyi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.42
AS Akui Punya Senjata di Luar Angkasa, Untuk Hadang Rusia-China?
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 12.04
Pertama Kali Dikonfirmasi, AS Sudah Kerahkan Senjata ke Luar Angkasa
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.48
China Diduga Bantu Iran Intai Pangkalan AS, Trump: Kita Juga Memata-matai Mereka
Berita terkait
China Serukan AS Setop Persiapkan Perang di Luar Angkasa
Detik.com · 15 September 2026 pukul 17.09
China Tolak Seruan Bos Teknologi AS untuk Perlambat Pengembangan AI
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.15
Pertama Kali, AS Akui Tempatkan Senjata di Luar Angkasa
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.08
China Disebut Bantu Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Trump Santai
Detik.com · 14 September 2026 pukul 11.50