Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengakuan Ngeri AS Punya Senjata di Luar Angkasa

Amerika Serikat secara resmi mengakui memiliki senjata kendali ruang angkasa yang ditempatkan di orbit. Pengakuan ini disampaikan oleh Angkatan Luar Angkasa AS pada Senin, 14 September 2026, menyatakan bahwa senjata tersebut mampu melindari ancaman musuh terhadap Pasukan Gabungan. Senjata ini dapat digunakan untuk tujuan ofensif dan defensif, serta mencakup cara kinetik dan tidak kinetik untuk mengendalikan domain ruang angkasa. AS menganggap Rusia dan China sebagai ancaman utama dalam konteks ini. Militerisasi ruang angkasa telah ada sejak diluncurkannya Sputnik oleh Uni Soviet pada 1957. Sejak saat itu, negara-negara telah mengembangkan kemampuan militer di luar angkasa, meskipun dilarang oleh Perjanjian Ruang Angkasa 1967 terkait senjata pemusnah massal. Namuranya, negara-negara seperti AS, Rusia, China, dan India terus menjelajahi cara untuk berperang di luar angkasa, termasuk serangan terhadap satelit milik pihak lain. China secara tegas mengecam langkah AS, dengan Kementerian Luar Negeri China mendesak Washington untuk berhenti mempersiapkan konflik di luar angkasa. China menilai bahwa persenjataan dapat mengubah luar angkasa menjadi medan perang baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait