Penjelasan Pramono soal Obligasi Daerah Jakarta Belum Dimulai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362323/original/061212600_1790772200-email-attachment_2026_09_30_windanelfira-at-klyid_pramono-tunggu-restu-pemerintah-pusat-untuk-terbitkan-obligasi-daerah_226012.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa rencana penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan belum dimulai karena masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Dalam pertemuan di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (30/9/2026), Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI akan menjalankan rencana tersebut setelah mendapatkan persetujuan penuh dari pemerintah pusat. Ia juga menyatakan komitmen mengikuti arahan pemerintah pusat terkait keputusan ini. Untuk melanjutkan rencana ini, Pemprov DKI Jakarta akan segera berkoordinasi dengan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Jika pemerintah pusat memberikan izin, Pemprov DKI akan melanjutkan penerbitan obligasi. Sebaliknya, jika tidak disetujui, rencana tersebut tidak akan dilanjutkan. Pramono menekankan bahwa penerbitan obligasi perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Ia menyadari bahwa tidak semua pemerintah daerah memiliki kapasitas anggaran seperti DKI Jakarta. Bagi DKI, dengan anggaran yang terkelola secara tertib dan rapi, obligasi ini bisa menjadi penguat bagi pemerintah daerah tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 19.02
Pramono Masih Tunggu Pemerintah Pusat soal Obligasi Jakarta
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 18.44
Jakarta Mau Terbitkan Obligasi Rp5,2 Triliun, Pramono: Kalau Tak Diizinkan, Ya Sudah
Berita terkait
Respon Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.20
Pramono Mau Rilis Obligasi Daerah Rp 3,5 T, Buat Apa Dananya?
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.55
Purbaya Persilakan DKI Terbitkan Obligasi Rp 5,6 T, tapi Harus Hati-hati
kumparan · 8 September 2026 pukul 03.00
Cuekin Saran Purbaya, Pramono: Bangun Jakarta Perlu Duit Banyak
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 03.10