Pramono Masih Tunggu Pemerintah Pusat soal Obligasi Jakarta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan rencana penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. Pemprov akan berkoordinasi dengan Kemendagri, Kemenkeu, dan Bappenas sebelum melaksanakannya. Obligasi dimaksudkan sebagai alternatif creative financing untuk memperkuat anggaran DKI yang sudah terkelola baik. Pramono menekankan bahwa tidak semua daerah memiliki kapasitas anggaran sebesar DKI, sehingga penerbitan obligasi harus diwaspadai agar tidak menjadi beban. Dengan latar belakang pengalaman 15 tahun di pemerintahan pusat, Pramono menjamin DKI akan mengikuti keputusan pemerintah pusat secara penuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.46
Penjelasan Pramono soal Obligasi Daerah Jakarta Belum Dimulai
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.25
Pramono Tambah Penerima Tranportasi Gratis Jadi 21 Golongan
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.25
Pramono Tambah Penerima Transportasi Gratis Jadi 21 Golongan
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 09.16
Gubernur DKI Evaluasi Ganjil-Genap dan CFD
Berita terkait
Purbaya Persilakan DKI Terbitkan Obligasi Rp 5,6 T, tapi Harus Hati-hati
kumparan · 8 September 2026 pukul 03.00
Purbaya: Uang Jakarta Sudah Kebanyakan
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 04.01
Di Depan AHY, Pramono Singgung APBD Jakarta Dipotong: Jangan Nambah Lagi
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 14.52
Jadi Beban Pemerintah Pusat, Purbaya Ingatkan Pramono Tak Terrbitkan Obligasi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 10.35