Dampak Ancaman Perang Ekonomi Donald Trump Terhadap Mitra Dagang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam melancarkan perang ekonomi terhadap Iran dan negara yang masih berdagang dengan Teheran. Ancaman ini menekan mitra dagang utama Iran, terutama pada sektor energi dan hidrokarbon. Tiongkok berada pada posisi paling rentan karena menyerap lebih dari 25% perdagangan luar negeri Iran, dengan nilai impor sebesar US$18 miliar dan ekspor US$14,5 miliar pada 2024. Uni Emirat Arab (UEA) pun menghentikan sementara seluruh perdagangan dengan Iran, meski menyumbang 30,6% dari total impor Iran senilai US$21 miliar pada 2024. Turki dan Rusia tetap menjadi pilar ekonomi penting bagi Iran, dengan kerja sama seperti skema barter gandum dan emas serta jalur logistik Laut Kaspia. India mengalami penurunan drastis dalam nilai perdagangan bilateral, dari US$17 miliar pada 2018-2019 ke hanya US$1,7 miliar pada 2024-2025, meski masih mengimpor minyak Iran sebanyak 276.000 barel per hari. Negara-negara seperti Jerman, Jepang, Sri Lanka, dan Filipina juga terdampak, meski dalam skala terbatas. Tekanan ini menempatkan jaringan perdagangan global dalam posisi rentan terhadap isolasi finansial dari sistem ekonomi AS yang dominan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.32
Trump Buat Gebrakan Baru, Siapkan "Perang Ekonomi" Terbesar di Dunia
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.31
Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar terhadap Iran, Negara Mitra Dagang Diancam Sanksi
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.32
AS Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.44
Trump: Negosiasi Iran Terhambat karena Banyak Pemimpinnya Tewas
Berita terkait
Iran Balik Ancam AS: Perang Ekonomi Tak Akan Bikin Teheran Menyerah
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 09.10
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
AS Sesumbar Akan Runtuhkan Rezim Iran via Perang Ekonomi, Ajak Sekutu dan China Keroyokan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 09.51
Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.46