Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perusahaan di RI Makin Terjepit Dapat Tekanan Bertubi-tubi

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) memberikan tekanan bertubi-tubi kepada sektor riil di Indonesia. Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia, Akbar Susamto, menjelaskan bahwa sektor riil sebelumnya sudah tertekan akibat ketidakpastian global, biaya produksi naik, dan permintaan lesu pasca-April 2026. Dengan BI Rate naik, bunga kredit perbankan meningkat, sehingga biaya pendanaan bagi pelaku usaha menjadi lebih mahal. Banyak pengusaha menunda ekspansi dan investasi, seperti pembelian mesin atau barang modal, karena merasa terlalu mahal.

Tekanan ini berpotensi memengaruhi pasar tenaga kerja. Data menunjukkan tingkat pengangguran pada Februari 2026 turun menjadi 4,68%, tetapi banyak pekerja beralih dari sektor formal ke informal. Akbar menilai keputusan BI adalah pilihan sulit untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, namun berdampak pada aktivitas riil. Dampak ke depan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait