PGRI Jateng Dukung Putusan MK, Anggaran Pendidikan Tak Boleh Tergerus Program MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PGRI Jawa Tengah mendukung putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dari anggaran pendidikan. Ketua PGRI Jawa Tengah, Muhdi, menyatakan putusan ini penting untuk menjaga amanat konstitusi dalam alokasi anggaran pendidikan. Putusan MK Nomor 40/PUU-XXIV/2026 menegaskan anggaran MBG harus dipisahkan paling lambat mulai APBN Tahun Anggaran 2028, memastikan dana pendidikan tetap difokuskan pada komponen utama seperti peserta didik, pendidik, sarana prasarana, kurikulum, dan evaluasi. Muhdi mengapresiasi putusan ini karena menjaga amanat Pasal 31 UUD 1945 terkait alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan di APBN dan APBD. Meski mendukung putusan MK, PGRI menegaskan tidak menolak pelaksanaan Program MBG, yang dianggap penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, pembiayaan MBG seharusnya berasal dari pos anggaran tersendiri karena merupakan program lintas sektor berskala nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.00
Putusan MK: Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.55
MBG Tak Lagi Masuk Anggaran Pendidikan, Purbaya: Nanti Buat 2028!
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.28
Istana Respons MK Putuskan Anggaran MBG dan Pendidikan Dipisah di APBN
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 19.55
Istana Respons Putusan MK Larang Program MBG Pakai 20% Anggaran Pendidikan
Berita terkait
Merespons Putusan MK soal MBG, PGRI Mengaitkan dengan PPPK & P3K Paruh Waktu
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 06.45
Anggaran Pendidikan 2027 Capai Rp820,9 Triliun, Rp240 Triliun untuk Program MBG
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.10
Putusan MK Jadi Momentum Kembalikan Anggaran Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 15.27
Ini Alasan Komisi X DPR Meminta Penerapan Putusan MK soal MBG Mulai 2027
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 13.00