Polri Sebut Pencegahan Febrie Adriansyah Sesuai KUHAP, bukan Kesewenang-wenangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polri melalui Kortas Tipidkor menyatakan tindakan pencegahan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan instrumen hukum acara pidana yang diatur dalam Pasal 141 KUHAP, bukan tindakan sewenang-wenangan. Pencegahan ditetapkan setelah Febrie ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Juli 2026 dan diminta untuk mencegah pelarian ke luar negeri. Dalam sidang praperadilan, Polri menolak pembatalan status tersangka dan penggeledahan yang dituduh tidak sah. Kejagung menegaskan penanganan kasus dugaan TPPU dan korupsi sudah sesuai koridor hukum. Kasus ini mencakup penyitaan barang bukti dari 12 lokasi dan dugaan suap impor ponsel ilegal senilai Rp235,8 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 11.46
Febrie Adriansyah Protes Tak Pernah Diperiksa, Polri: KUHAP Tak Kenal Calon Tersangka
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.57
Polri: Pencekalan Febrie Adriansyah Demi Kepentingan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.56
Polri Tegaskan Pencegahan Febrie ke Luar Negeri Bukan Penghukuman
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 13.20
Polri Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Sudah Kantongi Lebih dari 2 Alat Bukti
Berita terkait
Polisi Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 12.46
Polri Jawab Praperadilan Febrie, Jelaskan Alasan Limpahkan Perkara ke Kejagung
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.30
Kortas Tipikor Sebut Dalil Korupsi dan TPPU Febrie Bukan Ranah Praperadilan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.12
Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 12.01