Polri Sebut Pencegahan Febrie Adriansyah Sesuai KUHAP, bukan Kesewenang-wenangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polri melalui Kortas Tipidkor menyatakan tindakan pencegahan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah merupakan instrumen hukum acara pidana yang diatur dalam Pasal 141 KUHAP, bukan tindakan sewenang-wenangan. Pencegahan ditetapkan setelah Febrie ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Juli 2026 dan diminta untuk mencegah pelarian ke luar negeri. Dalam sidang praperadilan, Polri menolak pembatalan status tersangka dan penggeledahan yang dituduh tidak sah. Kejagung menegaskan penanganan kasus dugaan TPPU dan korupsi sudah sesuai koridor hukum. Kasus ini mencakup penyitaan barang bukti dari 12 lokasi dan dugaan suap impor ponsel ilegal senilai Rp235,8 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 11.46
Febrie Adriansyah Protes Tak Pernah Diperiksa, Polri: KUHAP Tak Kenal Calon Tersangka
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 08.10
Rp500 Miliar dan Emas 74 Kg, Gugatan Praperadilan Febrie Jadi Pengakuan
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 03.47
Polri Bantah Penggeledahan Rumah Febrie Harus Berizin Jaksa Agung
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 00.30
Polri Tegaskan Penetapan Febrie Tersangka Usai Kantongi 2 Alat Bukti
Berita terkait
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah jalani sidang perdana pada 7 Oktober
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 20.37
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jalani Sidang Perdana Kasus TPPU pada 7 Oktober 2026
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
Sidang Perdana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Digelar 7 Oktober 2026
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.27
Kasus Febrie, Kejagung Segel Kantor PT Tribakti Inspektama & PT Hutama Indo Tara
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.20