Prancis dan Iran Saling Usir Diplomat, Dipicu Tuduhan Cawe-cawe
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prancis mengumumkan pengusiran dua diplomat Iran dalam beberapa hari mendatang sebagai balasan atas penangkapan dan dugaan serangan terhadap dua diplomat Prancis di Teheran pada 19 Juli 2026. Menurut Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, kedua diplomat Prancis "diserang secara memalukan dan sengaja" saat menjalankan tugas diplomatik. Uni Eropa dan Prancis mengecam tindakan Iran, yang menahan para diplomat tersebut atas tuduhan aktivitas campur tangan asing yang melanggar Konvensi Wina 1961.
Iran membalas dengan menetapkan status persona non grata bagi dua diplomat Prancis di Kedutaan Besar Prancis di Teheran, melarang mereka memasuki wilayah Iran. Kementerian Luar Negeri Iran mengklaim kedua diplomat terlibat "aktivitas dan perilaku ilegal" yang melanggar hukum internasional. Pada 15 Agustus, Kementerian Intelijen Iran menyatakan telah menahan kedua diplomat di lokasi pertemuan rahasia dalam penyelidikan keamanan nasional, menemukan dokumen yang diduga menunjukkan rencana membangun pengaruh di Iran, termasuk tanda tangan mantan duta besar Prancis untuk Teheran. Kedua negara saling menuding pelanggaran konvensi diplomatik, mempertajam ketegangan bilateral.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.38
Trump Sebut Selat Hormuz Wilayah AS, Rusia: Selera Humor yang Sangat Istimewa
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 08.23
Trump mengaku ingin bertemu pemimpin Korut sebelum akhir tahun
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Berita terkait
Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 23.23
Trump Ancam Ledakkan Iran Usai Negosiasi Buntu
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.41
Negosiasi Temui Jalan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.03
Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.20