Trump Jumawa AS Kuasai Produksi Minyak Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS kini menjadi produsen minyak terbesar di dunia, dengan mencantumkan cadangan minyak Venezuela sebagai bagian dari cadangan strategisnya. Kesepakatan energi melibatkan North American Blue Energy Partners (NABEP) yang akan memberikan 35% saham ekuitas kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS akan memiliki hak untuk membeli 20% dari hasil produksi sesuai biaya produksinya. NABEP mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak, meski pemerintah Venezuela mengklaim kesepakatan ini hanya berlangsung 25 tahun. Gedung Putih memperkirakan kesepakatan ini akan menghasilkan royalti dan pajak senilai 200 miliar dolar AS selama 25 tahun pertama, yang akan dialokasikan untuk pembangunan kembali Venezuela dan pengembangan sektor sosial. Kesepakatan ini diperkirakan melibatkan cadangan minyak terbukti Venezuela sekitar 65 miliar barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 22.15
Trump Klaim AS Jadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.02
Harga Minyak Tembus US$101, Trump Umumkan Kapan Anjlok
VOI · 10 September 2026 pukul 16.00
Presiden Trump Sebut AS Kini Produsen Minyak Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.40
Geger, Manusia Rp 45 T Jadi Raja 17 Ladang Minyak Selama 100 Tahun
Berita terkait
Sikap Venezuela Usai Trump Kuasai Sebagian Cadangan Minyak
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 06.15
Trump Klaim AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.30
Bukan Timur Tengah, Trump Kuasai Cadangan Minyak Raksasa di Sini
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.49
AS Rilis Rincian Kesepakatan Minyak dengan Venezuela, Akan Kelola 17 Ladang Selama 100 Tahun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 19.40