Trump Klaim AS Jadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa AS kini menjadi produsen minyak terbesar di dunia, asalkan tidak termasuk cadangan minyak Venezuela yang baru saja dimasukkan ke dalam cadangan AS. Trump menyampaikan klaim ini dalam sebuah rapat umum di Dallas, Texas. Ia menyambut baik kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak Venezuela sebesar sekitar 65 miliar barel, yang diperkirakan menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah AS. Menurut gugatan, kesepakatan ini tidak akan membebani pembayar pajak AS. Berdasarkan kesepakatan tersebut, North American Blue Energy Partners (NABEP) akan memberikan 35 persen saham ekuitas di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Departemen Luar Negeri AS juga akan memiliki hak membeli 20 persen dari hasil produksi sesuai dengan biaya produksinya. NABEP telah mendapatkan konsesi selama 100 tahun yang mencakup 17 ladang minyak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.41
Trump Jumawa AS Kuasai Produksi Minyak Global
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.02
Harga Minyak Tembus US$101, Trump Umumkan Kapan Anjlok
VOI · 10 September 2026 pukul 16.00
Presiden Trump Sebut AS Kini Produsen Minyak Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.40
Geger, Manusia Rp 45 T Jadi Raja 17 Ladang Minyak Selama 100 Tahun
Berita terkait
Sikap Venezuela Usai Trump Kuasai Sebagian Cadangan Minyak
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 06.15
Trump Klaim AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.30
Bukan Timur Tengah, Trump Kuasai Cadangan Minyak Raksasa di Sini
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.49
AS Rilis Rincian Kesepakatan Minyak dengan Venezuela, Akan Kelola 17 Ladang Selama 100 Tahun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 19.40