Realisasi Subsidi-Kompensasi Tembus Rp 331,4 Triliun, Bengkak 52,1%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Realisasi subsidi dan kompensasi pemerintah hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp331,4 triliun, meledak 52,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Subsidi sebesar Rp177,1 triliun dan kompensasi Rp154,1 triliun. Pembayaran ke BUMN seperti PLN dan Pertamina dilakukan bulanan. Lonjakan disebabkan fluktuasi harga minyak acuan, nilai tukar rupiah, peningkatan konsumsi BBM, LPG, dan listrik subsidi. Volatilitas harga minyak mentah akibat geopolitik global juga memengaruhi, seperti yang dialami pada 2022 selama konflik Rusia-Ukraina. Subsidi nonenergi terutama dipengaruhi oleh peningkatan pembayaran subsidi pupuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 17.26
Melesat 52 Persen, Realisasi Subsidi dan Kompensasi Capai Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 14.40
Pemerintah Bayar Rp 331,4 Triliun Subsidi dan Kompensasi ke Pertamina-PLN
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 14.30
Subsidi Energi dan Kompensasi Membengkak 52,1%, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp331,4 Triliun
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.29
Subsidi Tembus Rp331 Triliun, Konsumsi BBM-LPG dan Listrik Bersubsidi Malah Ikut Naik
Berita terkait
Subsidi Energi dan Kompensasi Bisa Tembus Rp700 Triliun, Bagaimana Kondisi APBN?
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.12
Wamen ESDM Wanti-wanti Anggaran Subsidi Energi Bisa Jebol hingga Rp300 Triliun
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.43
Subsidi & Kompensasi Energi 2026 Terancam Melonjak 2 Kali Lipat Jadi Rp 700 T
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.36
Wamen ESDM Ungkap Dampak Besar APBN Jika RI Tak Beralih ke EBT
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.04