Rieke PDIP Usul DPR Bentuk Pansus Bahas Kewarganegaraan Ganda Terbatas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rieke Diah Pitaloka, anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PDIP, menyambut usulan Presiden Prabowo Subianto terkait kewarganegaraan ganda terbatas untuk memanggil pulang ilmuwan, diaspora, dan atlet Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini harus dibahas melalui panitia khusus (pansus) agar selaras dengan konstitusi dan tidak menimbulkan celah hukum atau diskriminasi sosial. Rieke mendesak DPR merespons dengan cermat dan nasionalis.
Rieke mengusulkan pembentukan pansus gabungan lintas komisi, melibatkan Komisi XIII (Hukum & HAM), Komisi I (Pertahanan & Keamanan), dan Komisi X (Riset dan Olahraga). Ia menjelaskan bahwa masalah kewarganegaraan bukan sekadar administrasi hukum, tetapi juga berkaitan dengan pertahanan geopolitik, loyalitas ideologis, dan ekosistem riset nasional. Pembahasan lintas komisi diperlukan untuk menghindari ego sektoral dan menghasilkan produk hukum yang holistik.
Langkah ini bertujuan menyempurnakan RUU Dwi Kewarganegaraan Terbatas guna mendukung kompetisi global tanpa mengorbankan kepentingan negara. DPR diharapkan memulai pembahasan dengan segera setelah RUU inisiatif pemerintah ini diajukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 03.00
DPR Rapat Bahas Pansus RUU Pemilu Pekan Depan
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.00
Yanuar DPR: Wacana Kewarganegaraan Ganda untuk Kepentingan Nasional Harus Dikaji Mendalam
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.56
Pengamat Hukum Sebut Upaya Praperadilan Jangan Sampai Jadi Ruang Lobi Politik
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.44
Pengamat Hukum Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Berita terkait
Juniver Girsang Harap RUU Perampasan Aset Tak Jadi Alat Habisi Lawan Politik
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.59
Komisi III DPR Desak Pembunuh Satpam di Waduk Jatiluhur Segera Ditangkap
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 18.42
Refleksi HUT ke-81 RI, Sahroni: Semoga Hukum Makin Ditegakkan, Tanpa Harus Viral Duluan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 16.55
Pengamat Hukum Minta Perkara Eks Jampidsus Dikawal Publik, Soroti Potensi Intervensi Politik
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 19.30