Sentilan Keras Prabowo ke BUMN: Kerja Seenaknya, Lapor Untung Padahal Rugi Ngarang Saja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323901/original/021164700_1786680401-Presiden_Prabowo.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja buruk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR 2026. Ia menyatakan bahwa dari 1.074 BUMN yang ada, banyak yang tidak produktif dan bahkan mengakali laporan keuangan agar tampak untung padahal sedang rugi. Prabowo menyindir sikap BUMN yang bekerja seenaknya dan tidak bertanggung jawab pada bangsa dan negara. Ia menekankan bahwa BUMN yang tidak produktif seharusya tidak dipertahankan dan bahkan mengusulkan pembentukan pengadilan adhoc untuk mengusut kinerja para direksinya. Terhadap mereka yang mengakui kesalahan, ia juga mengusulkan pemberian amnesti. Dalam 21 bulan menjabat, pemerintahannya telah menutup 290 BUMN dan menghemat Rp 50 triliun dari biaya operasional seperti gaji direksi, komisaris, sewa gedung, dan perjalanan dinas. Prabowo menargetkan hanya menyisakan 300 BUMN produktif yang menciptakan nilai tambah bagi rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.16
Prabowo: 290 BUMN Sudah Ditutup, Pemerintah Kejar Target Pangkas Jadi 300
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 15.55
Prabowo: 750 BUMN Lebih Akan Ditutup, Hanya yang Produktif Dipertahankan
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.59
Prabowo Cuma Mau Punya 300 BUMN, 750 Perusahaan Bakal Ditutup pada Akhir 2026
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 12.08
Prabowo: Banyak BUMN Yang Kerja Seenaknya dan Tidak Bertanggung Jawab kepada Negara
Berita terkait
BUMN Sering Ngarang Keuntungan, Prabowo Bakal Usut Direksi 30 Tahun Terakhir
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.30
Ekonom Senior Nilai Penataan BUMN Bisa Pangkas Inefisiensi
JawaPos · 22 September 2026 pukul 09.31
Prabowo Beberkan BUMN Untung, Ada Pertamina hingga Pegadaian
Detik.com · 18 September 2026 pukul 21.40
Restrukturisasi BUMN Era Prabowo Disorot, Danantara Dinilai Punya Mandat Besar
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 15.51