Serangan Udara AS di Iran: 18 Tewas dan 142 Luka-luka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan udara Amerika Serikat di wilayah Iran pada periode 30 Agustus–2 September 2026 menyebabkan 18 korban tewas dan 142 luka-luka. Di antara korban luka, 61 orang perempuan dan 44 orang berusia di bawah 18 tahun. Serangan ini memicu respons Iran melalui serangan pada fasilitas militer AS di beberapa negara tetangga seperti Kuwait, UAE, Yordania, Bahrain, dan Irak. CENTCOM kemudian melancarkan serangan udara balasan terhadap target IRGC di dalam wilayah Iran. Konflik ini menandai kegagalan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni 2026 untuk menghentikan permusuhan di Selat Hormuz. Iran juga menangkap 11 warga asing yang menyelundupkan 382 ribu liter BBM diesel. Kedua belah pihak mengancam serangan lebih lanjut jika konflik tidak diselesaikan secara diplomatik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 11.16
Harga Minyak Turun Tipis ke US$95, Pasar Cermati Eskalasi AS-Iran
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 11.04
Harga Minyak Dunia Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran
JawaPos · 3 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis di Tengah Eskalasi AS-Iran, Cek Pemicu dan Proyeksi OPEC+
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 07.28
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Lalu Usul Namanya Jadi 'Selat Trump'
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33
Harga Minyak Dunia Naik ke US$89, Pasar Ragukan Kesepakatan AS-Iran
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.28
Harga Minyak Langsung Turun Usai AS-Iran Setop Serangan
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 22.35
Ngegas Terus, Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Hantam
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.28