Target Pajak Rp2.908 Triliun Dinilai Terlalu Ambisius, Restitusi Berpotensi Gerus Kas Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2027 sebesar Rp2.908 triliun dinilai terlalu ambisius oleh Center of Economic and Law Studies (Celios). Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan target sebesar 10,5% sulit dicapai mengingat terjadinya shortfall penerimaan pajak pada tahun berjalan. Huda mencatat bahwa proyeksi pemerintah belum memperhitungkan dampak restitusi pajak yang akan dilakukan di akhir 2026 dan awal 2027. Restitusi kelebihan pembayaran pajak berpotensi mengurangi penerimaan bersih negara, sehingga Celios memproyeksikan penerimaan perpajakan hanya mencapai Rp2.736 triliun. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga diproyeksikan tertekan hingga Rp447 triliun akibat melambatnya ekspor sumber daya alam, termasuk dampak penurunan ekspor komoditas sektor hulu seperti yang dilaporkan PT DSI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 04.00
Masyarakat Siap-siap! Purbaya Buka Opsi Pungut Pajak Baru Jika Hal Ini Terjadi
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 04.00
Masyarakat Siap-siap! Purbaya Bakal Pungut Pajak Baru Jika Hal Ini Terjadi
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.14
RAPBN 2027, Purbaya Bidik Setoran Pajak-Bea Cukai Rp2.908 T
Berita terkait
RAPBN 2027: Target Penerimaan Pajak dan Bea Cukai Capai Rp 2.908 Triliun
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.30
Belum Terkuak Siapa Pemilik 1,3 Kg Emas di Kasus Suap Pajak
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.46
Kencangkan Fiskal, Menkeu Purbaya Patok Penerimaan Pajak Tembus Rp 2.908 Triliun
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 22.17
Anggaran Belanja Tembus Rp 4.000 Triliun, Purbaya Janji Jaga Defisit
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.04