Trump Batalkan Serangan ke Iran, Klaim Ada Deal Buka Total Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran setelah adanya kesepakatan yang mencakup pembukaan total Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Truth Social miliknya pada Minggu, 2 Agustus 2026. Trump menjelaskan bahwa serangan dibatalkan karena Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta penundaan, dengan batasan kesepakatan telah disetujui.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil dari tekanan diplomatik, di mana AS bersedia menunda serangan demi kepentingan dunia dan kelangsungan hidup Iran. Israel juga mendukung komitmen ini untuk mencapai kesepakatan segera. Sebelumnya, Trump telah mengancam Iran dengan kekuatan militer besar dalam rapat kabinet, menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
Sebaliknya, Iran melalui pejabatnya memperingatkan bahwa blokade maritim AS akan berdampak pada ekonomi global dan pasar energi, serta akan memperketat penutupan Selat Hormuz. Pembatalan serangan ini menandakan pergeseran sementara ke pendekatan diplomatik untuk mengatasi isu nuklir dan kebebasan navigasi di kawasan strategis tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 09.30
Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.05
Trump Beri Ultimatum Baru ke Iran: Pilih Kesepakatan atau 'Dipenggal'!
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 15.45
Trump Mendadak Tunda Serangan ke Iran, Terima Telepon Pangeran MBS
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batal Serang Iran
Berita terkait
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Iran dan Oman capai kesepakatan soal Selat Hormuz
ANTARA News · 16 Agustus 2026 pukul 09.18
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29