Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Sebut Krisis Migran Spanyol Jadi Peringatan untuk AS!

Presiden AS Donald Trump memanfaatkan krisis migran di Ceuta, kota otonom Spanyol di Afrika Utara, sebagai bahan kampanye politik. Trump menyebut situasi di Ceuta "mengerikan" dan "seperti sebuah invasi" oleh ratusan ribu orang. Ia memperingatkan rakyat AS bahwa nasib serupa akan menimpa negara mereka jika Partai Demokrat berkuasa dalam pemilu mendatang. Wakil Presiden JD Vance turut berkomentar di media sosial, menyalahkan "kebijakan globalis sayap kiri radikal" sebagai pemicu krisis tersebut.

Krisis migran di Ceuta terjadi setelah lebih dari 50.000 migran ilegal nekat menyeberangi perbatasan melalui jalur darat dan laut dalam beberapa hari terakhir. Otoritas Spanyol melaporkan sedikitnya 57 jenazah ditemukan di sisi perbatasan Spanyol, dan diperkirakan masih ada korban tambahan di sisi Maroko. Beberapa migran tewas tenggelam saat berenang mencapai Ceuta, sementara lainnya tewas terhimpit saat memanjat bebatuan pemecah gelombang di lokasi pagar perbatasan. Sebagian besar migran kini telah kembali secara sukarela ke wilayah Maroko.

Krisis ini dimanfaatkan Partai Republik di tengah merosotnya elektabilitas Trump ke angka 30 persen. Departemen Luar Negeri AS menyalahkan kebijakan pemerintah Spanyol atas krisis tersebut. Trump sebelumnya menang dalam pilpres 2024 berkat kekhawatiran pemilih terkait migrasi tak terkendali di perbatasan AS-Meksiko.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait