Usai Kantor Summarecon, KPK Lanjut Geledah Rumah Dirjen ATR Lampri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK melanjutkan penggeledahan terkait kasus suap pembukaan blokir Hak Guna Bangunan (HBG) Summarecon di Bogor. Penggeledahan terbaru dilakukan di rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Lampri dan rumah tersangka LMP di Bekasi. Dalam penggeledahan di kantor Summarecon, KPK menyita dokumen SHGB, bukti pemblokiran, dokumen keuangan PT Summarecon Agung Tbk, serta BBE terkait sengketa tanah Bogor. Delapan tersangka sudah ditetapkan KPK, meliputi Lampri, Sontang Coin Manurung, Adrianto Pitojo Adi, dan empat orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. KPK juga menyita uang Rp 106,3 miliar, jumlah terbesar dalam sejarah OTT KPK. Summarecon mengakui HGB merupakan milik entitas anak perseroan dalam proses pemecahan, belum ada perubahan status hukum. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menghormati proses hukum dan berharap kasus mempercepat perbaikan pelayanan di kementerian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 16.48
KPK Bukan Cuma Cari Uang, Mekanisme Layanan ATR/BPN Ikut Dibongkar
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.51
Ruang Nusron Tak Digeledah, KPK Malah Bongkar Dugaan Struktur Bayangan di ATR/BPN
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.20
Nusron Respons Nama Disebut di Kasus Korupsi ATR/BPN di KPK
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.15
Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)
Berita terkait
KPK Geledah Kantor Summarecon Agung Terkait Kasus Korupsi ATR/BPN
JawaPos · 18 September 2026 pukul 13.30
Setelah Obrak-abrik Kementerian ATR/BPN, Giliran Kantor Pusat Summarecon yang Digeledah KPK
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 13.01
Geledah Kementerian ATR/BPN: KPK Sasar 3 Ruang Dirjen, Sita Dokumen
kumparan · 17 September 2026 pukul 20.47
Tak Hanya Lampri, KPK Juga Geledah Ruangan 2 Dirjen Kementerian ATR/BPN
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 19.43