Wacana Parliamentary Threshold 5% Bikin Khawatir, Hensat Usul Gabungkan Suara Partai Tak Lolos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti wacana ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 5%. Ia menekankan bahwa fokus pembahasan tidak boleh hanya pada angka persentase, tetapi juga pada mekanisme agar suara rakyat tidak terbuang sia-sia ketika partai yang dipilih gagal mencapai ambang batas tersebut.
Hensat mengusulkan adanya solusi agar nilai representasi suara masyarakat tetap terjaga di parlemen. Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan dukungan pemilih terhadap calon anggota legislatif tidak hilang begitu saja, sehingga hak representasi warga negara tetap terakomodasi meskipun partai politiknya tidak lolos threshold.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 September 2026 pukul 18.58
Bamsoet Sebut Threshold 5% Bisa Jadi Opsi Sederhanakan Parpol di DPR
kumparan · 20 September 2026 pukul 10.27
Break The Wheel
kumparan · 19 September 2026 pukul 18.33
Parpol Nonparlemen Serempak Tolak PT 5%: Upaya Jegal, Bertentangan dengan MK
Berita terkait
Komisi II Segera Bentuk Panja RUU Pemilu, PT 5 Persen Masih Dikaji
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 12.17
PT 5% Disebut Cuma Akal-akalan Penguasa Jegal Partai Gajah, Loyalis Jokowi: Bego...
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.45
PT 5% Disebut Cuma Akal-akalan Penguasa Jegal Partai Gajah, Loyalis Jokowi: Begonya...
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.45
PSI Usul PT di Bawah 4%, Ternyata Bukan Karena Takut Tak Lolos Senayan, tapi...
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.25